BONE — Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., menerima audiensi dari perwakilan pemilik lahan asal Desa Unra dan Desa Mappalo Ulaweng, Kecamatan Awangpone, di Rumah Jabatan Bupati, Jalan Petta Ponggawae, Kamis (29/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan warga secara resmi menyerahkan bukti kesepakatan serta pernyataan kesediaan masyarakat terkait rencana perluasan lahan tersebut.

Meski memberikan lampu hijau, masyarakat juga menitipkan sejumlah aspirasi, khususnya permintaan penyelesaian berbagai persoalan di lapangan yang selama ini dinilai menjadi hambatan dalam pelaksanaan rencana perpanjangan runway.

Hal ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bone untuk memperkuat konektivitas udara terus dimatangkan dengan penuh kehati-hatian

Dalam pertemuan tersebut menjadi momentum krusial dalam rencana besar perpanjangan runway bandara dari 1.400 meter menjadi 2.500 meter.

Perluasan ini dinilai penting sebagai fondasi pengembangan transportasi udara di Bone, sekaligus membuka peluang ekonomi dan memperlancar mobilitas masyarakat.

Dalam suasana dialog terbuka, perwakilan warga secara resmi menyerahkan bukti kesepakatan serta pernyataan kesediaan masyarakat terkait rencana perluasan lahan.

Meski demikian, warga juga menitipkan sejumlah aspirasi penting. Mereka berharap berbagai persoalan teknis di lapangan—yang selama ini dinilai menjadi hambatan dapat segera dicarikan solusi sebelum rencana perpanjangan runway benar-benar dieksekusi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Andi Asman Sulaiman menunjukkan sikap tegas, realistis, dan terukur.

Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh rencana tersebut sesuai kewenangan dan kemampuan daerah.

“Untuk tahap awal, pemerintah daerah dapat membantu melalui penganggaran pembangunan infrastruktur pendukung seperti irigasi, akses jalan, serta pemberdayaan tenaga kerja lokal di kawasan bandara. Selebihnya, kami belum bisa menjanjikan lebih dari itu karena masih perlu melihat dan memahami kondisi lapangan secara menyeluruh,” kata Bupati.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada proyek fisik, tetapi juga harus memperhatikan aspek keadilan sosial dan keberterimaan masyarakat.

Menurutnya, pentingnya komunikasi yang jujur dan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan warga agar rencana strategis ini dapat berjalan lancar dan memberi manfaat bagi semua pihak.

Audiensi tersebut turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Bone, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta Camat Awangpone.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan bahwa rencana perpanjangan runway bandara merupakan agenda kolaboratif lintas sektor dan masyarakat.

Dengan semangat dialog dan keterbukaan, Pemerintah Kabupaten Bone berharap pengembangan bandara ini dapat menjadi tonggak penting dalam meningkatkan konektivitas wilayah, sekaligus mendorong Bone melangkah lebih jauh dalam peta transportasi udara Sulawesi Selatan. (*)