
Oleh : Saharuddin, SH
Di antara dentingan motor, wangi kopi hitam yang mengalir dari warung‑warung pagi, dan bisikan harapan yang mengalir di gang‑gang Somba Opu, satu sosok melangkah dengan langkah pasti seperti cahaya yang menembus kabut: Andi Lukman Naba, S.E., M.M.
Ia bukan sekadar nama di papan DPRD Gowa; ia adalah “rumah aspirasi” yang selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin didengar.
Empat Periode Pengabdian: Menyusuri Nadi Permasalahan
Sejak 2009, Andi Lukman Naba menapaki lorong‑lorong dewan selama empat periode. Setiap sidang, setiap rapat, ia mencatat kebutuhan Somba Opu: jalan berlubang yang menunggu sentuhan aspal, selenggang selenggang drainase yang menelan air hujan, dan usaha‑usaha kecil yang berjuang melawan arus.
“Jika kami tidak menjadi suara bagi mereka yang tak terdengar, lalu siapa lagi?” – Andi Lukman Naba
Sebagai kader Demokrat, Andi Lukman Naba menanamkan prinsip kerakyatan dan keadilan di setiap kebijakan, menjadikan kantornya bukan sekadar ruangan, melainkan posko harapan.
Diakui dalam Kajian Bappilu: Inspirasi di Balik Angka Bappilu
Demokrat Gowa baru‑baru ini merilis kajian yang menobatkan tiga legislator paling aspiratif di Dapil 1 Somba Opu. Di antara mereka, Andi Lukman Naba bersanding dengan Taufik Surullah (PAN) dan Hasrul Abdul Rajab (Gerindra). Ketua Bappilu, Rais Mone, menegaskan:
“Andi Lukman Naba adalah contoh hidup bahwa partai bukan batas, melainkan landasan untuk melayani rakyat.”
Pengakuan ini menandakan bahwa kiprahnya melampaui warna baju partai; ia diukur dari dampak nyata di lapangan.
Legislatif Aspiratif: Lebih dari Sekadar Rapat Paripurna
Andi Lukman Naba tidak hanya berbicara di podium. Ia turun ke jalan, mengunjungi warga, mengadakan reses sambil menyeruput kopi hitam. Setiap cerita menjadi bahan bakar untuk perjuangan di dewan.
Fokus utama gerakannya:
Infrastruktur: menyambungkan jalan‑jalan terputus, memperbaiki drainase, dan membangun fasilitas publik yang ramah semua usia.
Kualitas Hidup: menjaring anggaran untuk puskesmas dan sekolah, memastikan layanan kesehatan dan pendidikan tidak lagi menjadi mimpi.
Pemberdayaan UMKM: menginisiasi program kredit mikro dan pelatihan, membantu pedagang kaki lima menjadi pengusaha sejati.
“Sebuah jembatan tidak berguna jika tidak ada orang yang melaluinya. Mari kita bangun jembatan itu bersama rakyat.” – Andi Lukman Naba
Jembatan Menuju Masa Depan Gowa
Dengan latar belakang Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen, Andi Lukman Naba membawa perspektif strategis ke dalam penyusunan anggaran daerah. Ia tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mahir mengubah aspirasi menjadi program terukur. Di era digital ini, ia memanfaatkan media sosial untuk menyapa konstituen, namun tidak melupakan sentuhan tangan yang hangat saat bertemu langsung di pasar. Itulah kombinasi yang membuatnya tetap relevan dan dicintai.
Sebuah Legenda yang Terus Berjalan
Andi Lukman Naba adalah bukti hidup bahwa politik bukan sekadar kekuasaan, melainkan panggilan untuk melayani. Di setiap sudut Somba Opu, ia menorehkan jejak: jalan yang lebih baik, layanan kesehatan yang lebih dekat, dan peluang usaha yang lebih luas.
“Masa depan Gowa bukan di balik meja, tapi di antara langkah‑langkah rakyat yang berani.” – Andi Lukman Naba
Semoga kisahnya terus menginspirasi generasi politisi muda untuk selalu menempatkan rakyat di jantung setiap keputusan.







Tinggalkan Balasan