ZATERA.ID | BONE — Bupati Bone H Andi Asman Sulaiman bersama Wakilnya, H. Andi Akmal Pasluddin, melakukan kunjungan kerja di wilayah Pallime, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Senin (9/3/2026).

Sejak pagi, ratusan warga telah memadati lokasi kegiatan untuk menyambut kedatangan orang nomor satu di Bumi Arung Palakka tersebut.

Antusiasme masyarakat terlihat begitu kuat. Warga dari berbagai kalangan orang tua, pemuda hingga anak-anak berjejer rapi menunggu kesempatan untuk bersalaman dan menyapa langsung pemimpin daerah yang dikenal sederhana dan dekat dengan rakyatnya.

Dalam kunjungan ke Desa Pallime, Bupati dan Wakil Bupati Bone juga didampingi Wakil Ketua DPRD Bone Khairul Amran, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Bone, camat serta para kepala desa di Kecamatan Cenrana.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga momentum bagi warga untuk menyampaikan langsung berbagai harapan pembangunan di daerah mereka.

Kedatangan rombongan pemerintah daerah disambut antusias oleh masyarakat setempat.

Menariknya, dalam perjalanan menuju wilayah pedalaman tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Bone memilih menggunakan perahu tradisional Pincara.

Moda transportasi lokal itu digunakan untuk merasakan langsung kondisi yang sehari-hari dialami masyarakat di wilayah tersebut.

Wilayah Cenrana merupakan salah satu daerah pedalaman di Kabupaten Bone yang hingga kini masih tergolong terpencil dan memiliki akses transportasi yang terbatas.

Sejumlah wilayah di kecamatan tersebut bahkan belum dapat dijangkau secara langsung oleh kendaraan roda dua maupun roda empat karena kondisi geografis yang dipisahkan oleh aliran sungai serta minimnya infrastruktur jalan dan jembatan penghubung.

Untuk mencapai daerah tersebut, masyarakat setempat harus menyeberangi sungai menggunakan perahu tradisional jenis pincara atau perahu bermesin kecil yang dikenal dengan sebutan katinting.

Perahu-perahu ini menjadi sarana transportasi utama warga, baik untuk beraktivitas sehari-hari, mengangkut hasil pertanian, hingga menuju pusat layanan pemerintahan, pendidikan, dan kesehatan.

Kondisi ini membuat sebagian wilayah di Cenrana masih dikategorikan sebagai daerah terpencil, sehingga pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan dan akses jalan, sangat dibutuhkan guna membuka keterisolasian wilayah serta memperlancar mobilitas masyarakat.

“Saya datang ke sini sengaja menggunakan pincara. Saya ingin merasakan apa yang dirasakan masyarakat,” ucap Andi Asman Sulaiman.

Dalam agenda tersebut, rombongan pemerintah daerah juga meninjau sejumlah desa di Kecamatan Cenrana, yakni Desa Ajallasse, Desa Pallime, Desa Pusunge, Desa Latonro dan Desa Laoni. Rombongan juga melintasi jembatan di Desa Ajallasse sebelum melanjutkan perjalanan menuju Desa Pallime, yang menjadi salah satu titik perhatian masyarakat setempat.

Pada kesempatan itu, di hadapan warga Bupati Bone menyampaikan sejumlah kebijakan prioritas pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan masyarakat di lima desa tersebut.

Salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan warga adalah pembangunan jembatan permanen yang dinilai sangat vital untuk memperlancar akses transportasi serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Bone mengaku telah menyampaikan langsung usulan pembangunan jembatan kepada Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.

“Jembatan ini akan saya perjuangkan terus di pusat. Saya sudah mendapat kejelasan dari pemerintah pusat untuk membangun jembatan di wilayah ini,” ujar Andi Asman Sulaiman di hadapan warga yang menyambutnya dengan penuh harapan.

Bagi masyarakat Cenrana, kehadiran langsung Bupati dan jajaran pemerintah daerah menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap kebutuhan warga di wilayah pedesaan.

Harapan besar pun kini tertuju pada realisasi pembangunan jembatan yang diyakini akan membuka akses baru bagi kemajuan desa-desa di kawasan tersebut. (*)