GOWA – Politik seringkali terjebak dalam riuh rendah isu permukaan, namun bagi DPC Partai Demokrat Kabupaten Gowa, esensi perjuangan ada pada kedalaman substansi. Di bawah kepemimpinan Hj. Rismawati Kadir Nyampa, S.T., M.H., partai ini menegaskan bahwa tahun 2026 adalah momentum untuk kembali ke khittah: Mencerdaskan Rakyat dan Memperkuat Keberpihakan.

Ketua Bappilu Demokrat Gowa, Rais Mone, dalam sebuah refleksi kebijakan di awal tahun, menekankan bahwa politik bukan sekadar angka di kotak suara, melainkan investasi pada kepala dan hati masyarakat Gowa. “Kami tidak ingin terjebak dalam pragmatisme semata. Demokrat Gowa hadir untuk menjawab kebutuhan dasar rakyat: pendidikan berkualitas, kesehatan terjangkau, dan ekonomi yang berpihak pada kaum marginal,” ujarnya.

“Mencerdaskan rakyat bukan hanya tugas sekolah, tapi tugas partai politik. Kami ingin masyarakat Gowa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tapi subjek yang kritis dan paham akan hak-haknya. Itulah mengapa kami di Demokrat Gowa fokus pada isu-isu edukasi dan literasi politik,” ungkap Rais Mone, Kamis (08/01/2026).

Menanggapi dinamika penataan personel di lingkaran pemerintahan—seperti pergantian ajudan atau sopir yang sempat diperbincangkan—Rais Mone mengajak masyarakat untuk melihatnya dengan logika yang lebih jernih. Menurutnya, sebuah kebijakan yang berpihak pada rakyat hanya bisa lahir dari tangan-tangan yang profesional dan disiplin. “Profesionalisme adalah kunci untuk memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil adalah untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” tambah Rais Mone.

“Seringkali, untuk memberikan yang terbaik bagi orang banyak, kita harus berani mengambil keputusan yang sulit secara personal. Penataan personel yang dilakukan oleh Bupati Gowa bukan tentang siapa yang diganti, tapi tentang bagaimana standar pelayanan publik bisa naik kelas. Kepemimpinan yang cerdas adalah kepemimpinan yang berani mendisiplinkan internalnya demi kepentingan rakyat yang lebih besar,” tambahnya secara filosofis.

*Pesan Hj. Rismawati Kadir Nyampa: Politik yang Santun dan Solutif*
Sesuai arahan Ketua DPC, Hj. Rismawati Kadir Nyampa, setiap gerak langkah kader Demokrat harus mencerminkan nilai Siri’ na Paccé—memiliki harga diri yang tinggi namun tetap punya empati yang dalam terhadap penderitaan sesama. Ada tiga pilar utama yang menjadi “buku panduan” Demokrat Gowa di tahun 2026:

1. Kecerdasan Kolektif: Mendukung penuh transformasi SDM lewat program Gowa Caradde agar pemuda Gowa siap menghadapi tantangan ekonomi global.

2. Keadilan Sosial: Memastikan anggaran daerah tidak hanya mengalir ke semen dan aspal, tapi juga ke gizi anak dan keberlangsungan UMKM.

3. Etika dalam Bernegara: Menunjukkan bahwa ketegasan dalam memimpin adalah bentuk cinta kepada institusi dan masyarakat.

“Bagi kami di Demokrat, keberpihakan kepada rakyat adalah muara, sedangkan mencerdaskan rakyat adalah jalannya. Kami tidak ingin energi masyarakat habis pada isu-isu yang tidak produktif. Mari kita kawal Gowa dengan pikiran yang jernih dan semangat Sipakatau,” tutup Rais Mone.

Melalui narasi ini, kami Pengurus Demokrat Gowa ingin mengirim pesan kuat: bahwa di balik setiap dinamika politik, ada tujuan besar yang sedang diperjuangkan, yakni Gowa yang lebih cerdas, lebih profesional, dan jauh lebih sejahtera. (*)