
GOWA — Himpunan Pelajar Mahasiswa (HIPMA) Gowa Koordinatorat Manuju menggelar Dialog Akhir Tahun bertajuk “Krisis Ekologi di Kabupaten Gowa: Kepentingan atau Kegentingan”, Sabtu (27/12/2025), di Cafe Uloy, Kabupaten Gowa.
Kegiatan ini dihadiri unsur HIPMA Gowa, organisasi kepemudaan, aparat kepolisian, perwakilan pemerintah daerah, pegiat lingkungan, media, serta masyarakat sipil.

Ketua HIPMA Gowa Korkom Manuju, Risaldi, menyebut dialog tersebut sebagai ruang edukasi dan refleksi bersama untuk meningkatkan kesadaran kolektif terhadap persoalan lingkungan.
Dewan Senior HIPMA Gowa Korkom Manuju, Maslim Dg. Gau, menekankan pentingnya peran organisasi kepemudaan dalam mengawal isu lingkungan, termasuk dampak pembangunan Bendungan Jenelata yang dinilai berpotensi memicu konflik agraria.
Narasumber dari Forum Komunitas Hijau, Achmad Yusran, menilai krisis ekologi di Gowa berakar pada lemahnya tata kelola ruang, khususnya belum optimalnya penerapan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di tingkat kecamatan.
Sementara itu, Kanit I Intelkam Polres Gowa, Imam Al-Ghazali, menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor dalam penegakan hukum lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa menyebut persoalan sampah masih menjadi tantangan utama, dengan produksi sekitar dua ton per hari.
Dialog tersebut menegaskan bahwa krisis ekologi di Kabupaten Gowa membutuhkan komitmen bersama dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Laporan : Arvan




Tinggalkan Balasan