ZATERA.ID | JAKARTA — Upaya menghadirkan percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara merata di Kabupaten Bone. Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, melakukan kunjungan kerja ke Badan Gizi Nasional, Jl. Kebon Sirih No. 1, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (04/03/2026).

Dalam kesempatan tersebut Bupati Bone didampingi Plt Kadis Pendidikan sekaligus Kepala Satgas MBG Kabupaten Bone Edy Saputra Syam., S.STP., M.Si, Kadis BMCKTR H Askar., ST., M.Si serta Wakil Ketua DPRD Bone Khairul Amran.

Audiensi tersebut diterima langsung oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional RI Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Brigjen Pol (Purn) Sony Sonjaya.

Dalam pertemuan berlangsung hangat namun penuh substansi membahas pelaporan progres SPPG pembangunan titik layanan, termasuk titik yang telah terbangun maupun yang masih dalam tahap perencanaan di Kabupaten Bone saat ini sebagai program prioritas nasional.

Fokus utama pembahasan adalah sinkronisasi data penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) serta dukungan yang diperlukan guna menunjang pelaksanaan program gizi nasional secara optimal.

Lebih lanjut Bupati Bone menegaskan pentingnya akurasi data agar program benar-benar menyasar anak-anak dan masyarakat yang berhak menerima manfaat.

Dalam diskusi tersebut, sistem pengelolaan dan pemantauan yang diterapkan Badan Gizi Nasional dinilai sangat ketat dan presisi.

“Sistem di BGN sangat akurat. Jika dalam jangka waktu tertentu distribusi tidak terpenuhi, maka akan langsung dilakukan drop atau penyaluran ke titik SPPG tersebut,” kata Bupati usai pertemuan.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat untuk memastikan tidak ada keterlambatan distribusi makanan bergizi di lapangan.

Salah satu poin penting yang disampaikan Bupati Bone adalah laporan titik-titik penerima manfaat yang berada di wilayah terjauh, terpencil, dan terluar di Kabupaten Bone.

Ia berharap masyarakat di daerah tersebut dapat segera menikmati program MBG tanpa harus menunggu terlalu lama.

Menurutnya, keadilan distribusi menjadi prioritas. “Anak-anak di wilayah pelosok memiliki hak yang sama untuk mendapatkan asupan gizi yang layak. Kita ingin mereka segera merasakan manfaat program ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bone menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas adanya program MBG yang terbukti meningkatkan gizi anak di Bone.

“Alhamdulillah Wakil Kepala BGN merespon positif apa yang menjadi harapan pemerintah kabupaten Bone. Ini semua demi peningkatan gizi anak anak kita,” ucap Bupati Andi Asman.

Pada kesempatan tersebut, Sony Sonjaya juga menekankan bahwa sistem BGN harus akurat dan tepat waktu, jika tidak, maka program MBG tidak akan efektif.

Sony Sonjaya juga memberikan arahan untuk memanfaatkan sumber pangan berbasis lokal dalam pelaksanaan program MBG. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi lokal dan memastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan.

Pada kesempatan itu, Wakil Kepala BGN juga meminta laporan titik-titik yang belum terjangkau program MBG, terutama di daerah terpencil dan terluar, agar dapat segera diatasi dan masyarakat dapat menikmati manfaat program MBG.

Dengan sinkronisasi data dan sistem yang akurat, diharapkan program MBG dapat lebih efektif dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang menjadi sasaran utama program ini.

Sementara itu, kehadiran Wakil Pimpinan DPRD Bone dalam rombongan juga menunjukkan adanya dukungan politik dan pengawasan legislatif dalam mempercepat realisasi program strategis nasional tersebut di daerah.

Pada pertemuan tersebut, rombongan Pemkab Bone juga mendapatkan arahan terkait penguatan sumber pangan berbasis lokal. Badan Gizi Nasional mendorong agar bahan baku makanan dalam program MBG dapat memanfaatkan potensi pertanian dan perikanan lokal.

Hal tersebut disambut positif oleh Bupati Bone. Selain menjamin kesegaran bahan pangan, pendekatan berbasis lokal juga diyakini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha mikro di Kabupaten Bone.

Dengan langkah “jemput bola” ke Badan Gizi Nasional, Pemerintah Kabupaten Bone menunjukkan keseriusannya dalam memastikan program MBG tidak hanya berjalan, tetapi juga tepat sasaran, tepat waktu, dan berkelanjutan.

Percepatan ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam membangun generasi Bone yang sehat, kuat, dan berdaya saing di masa depan. (*)