BONE — Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, melakukan Panen Raya Padi di lokasi Brigade Pangan Marennu, Desa Solo, Kecamatan Dua Boccoe, Senin, (12/01/2026).

Di tengah hamparan padi menguning, ia turun langsung mengikuti Panen Raya Padi pada lahan rawa yang menjadi sasaran Program Optimalisasi Lahan Rawa, dengan tema “Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan.”

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pj. Sekda Bone Hj. Andi Tenriawaru, SP., M.Si, Anggota DPRD Bone H. Usman, Camat Dua Boccoe H. Amirat, S.Sos., M.Si, serta jajaran penyuluh pertanian dan unsur terkait lainnya.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi dalam mendorong ketahanan pangan daerah.

Bupati Bone, H.Andi Asman Sulaiman menargetkan Kabupaten Bone mampu menembus peringkat tiga besar sebagai daerah penghasil beras terbanyak secara nasional.

Menurutnya, panen raya yang dilaksanakan merupakan bagian dari program optimalisasi lahan rawa di wilayah utara Kabupaten Bone.

Kegiatan tersebut didukung oleh penggunaan alat pertanian modern seperti combine harvester dengan anggaran besar dari Kementerian Pertanian.

“Kita wajib bersyukur dan berterimakasih atas bantuan pemerintah pusat. Dengan anggaran yang tidak sedikit ini, sudah menjadi kewajiban kita untuk meningkatkan produksi,” ucapnya.

Lebih lanjut mantan Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura ini juga menegaskan bahwa lahan rawa memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung peningkatan produksi pangan di Kabupaten Bone.

Melalui pendampingan intensif penyuluh pertanian, termasuk pelibatan petani milenial sebagai bagian dari program pemerintah pusat. Pemerintah daerah menargetkan lahan rawa ini mampu mensukseskan Indeks Pertanaman 300 (IP300) atau tiga kali tanam dalam setahun.

“Melalui pendampingan penyuluh, kita dorong lokasi lahan rawa ini bisa mensukseskan IP300. Pemerintah sudah menggelontorkan anggaran yang besar untuk optimalisasi lahan rawa,” lanjut Bupati Andi Asman.

Menurutnya, seluruh bantuan yang diberikan harus berbanding lurus dengan peningkatan hasil produksi.

“Berbagai bantuan telah disalurkan untuk mendukung produktivitas petani, mulai dari combine harvester, jonder, traktor, hingga pompa air. Bantuan tersebut diharapkan mampu menekan biaya produksi sekaligus mempercepat proses tanam dan panen,” jelasnya lagi.

Bupati Bone juga mengapresiasi Dinas Pertanian Kabupaten Bone yang mendorong sistem tanam cepat. Setelah panen langsung dilakukan penanaman kembali dengan memanfaatkan alat pertanian bantuan pusat.

Ia juga menekankan pentingnya percepatan siklus tanam. Ia meminta agar petani tidak menunda proses persemaian setelah panen selesai.

“Saya minta tanam kedua sudah dimulai paling lambat awal Februari. setelah panen, langsung melaksanakan persemaian, sehingga selesai panen bisa langsung ditanami. Saat ini posisi Bone masih diperingkat lima nasional. Kita dorong naik minimal peringkat tiga, bahkan kalau bisa peringkat dua,” tegasnya.

Selain pendampingan penyuluh, kegiatan pertanian di Bone juga mendapat dukungan pengawalan dari TNI Polri. Bupati mengingatkan agar bantuan yang besar tersebut tidak justru membuat posisi Bone menurun dalam produksi padi nasional.

Ia juga menyinggung Kecamatan Dua Boccoe yang selama ini dikenal rawan banjir. Namun, melalui program optimalisasi lahan dari Kementerian Pertanian dengan anggaran ratusan miliar rupiah, Bupati menegaskan tidak ada alasan untuk tidak meningkatkan produktivitas pertanian.

“Kalau perlu, buat lomba tanam antar kecamatan dengan hadiah. Yang terpenting semangat petani terus terjaga,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Bone juga menyampaikan bahwa target pemerintah tahun ini adalah 42 ribu hektare lahan yang menjadi sasaran program IP300. Target ambisius tersebut, menurutnya, tidak akan tercapai jika berjalan sendiri-sendiri.

“Untuk mewujudkan program ini, jangan jalan sendiri. Harus berkolaborasi, TNI, Polri, penyuluh pertanian, Bulog, maupun instansi lainnya. Intinya komunikasi. Kalau ada masalah, laporkan ke penyuluh, ke Babinsa, ke Bhabinkamtibmas, dan pihak terkait lainnya,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bone menegaskan komitmen seluruh anggota Brigade Pangan untuk terus aktif di lapangan. Ia juga menyampaikan kebanggaannya atas perhatian besar Menteri Pertanian yang merupakan putra daerah Bone.

Menutup sambutannya, Andi Asman Sulaiman menegaskan Kabupaten Bone merupakan lumbung pangan Sulawesi Selatan.

Ia berharap kemandrian beras dapat terwujud dan tidak ada lagi keluarga kurang mampu yang kesulitan pangan di daerah tersebut. “Kita harus wujudkan Bone mandiri beras,” pungkasnya.

Panen raya di Desa Solo ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam memperkuat sektor pertanian.

Dari lahan rawa yang dulu kurang produktif, kini tumbuh harapan besar menuju swasembada pangan yang berkelanjutan, berkat sinergi pemerintah, petani, dan seluruh elemen pendukung pembangunan pertanian. (*)