
ZATERA.ID | MAKASSAR — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar menggelar kegiatan Safety Forum K3 di lingkungan Pelindo Grup Wilayah Makassar pada, Senin (9/3/2026).
Acara dirangkaikan dengan safety talk, safety briefing, dan penguatan safety culture bagi pegawai serta Tenaga Kerja Alih Daya (TKAD).
Kegiatan tersebut berlangsung di lapangan parkir kantor Pelindo Regional 4 Makassar, sebagai upaya meningkatkan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di area pelabuhan.
Dihadiri perwakilan pegawai dan TKAD dari sejumlah subholding dan anak perusahaan Pelindo yang beroperasi di wilayah kerja Makassar.
Forum tersebut difokuskan pada peningkatan kesadaran serta pemahaman seluruh pekerja mengenai pentingnya budaya keselamatan kerja di lingkungan operasional pelabuhan.
General Manager Pelindo Regional 4 Makassar, Iwan Sjarifuddin, mengatakan bahwa penyelenggaraan Safety Forum K3 bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan implementasi keselamatan kerja sekaligus membangun budaya K3 di area pelabuhan yang memiliki tingkat risiko kerja cukup tinggi.
Menurutnya, keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas operasional di pelabuhan.
Ia menegaskan bahwa aspek produktivitas dan biaya operasional harus berjalan beriringan dengan penerapan standar keselamatan kerja yang optimal.
Iwan Sjarifuddin menambahkan bahwa K3 tidak boleh hanya dipandang sebagai kewajiban administratif semata. Lebih dari itu, budaya keselamatan harus tumbuh dari kesadaran kolektif seluruh pegawai dan tenaga kerja yang terlibat dalam aktivitas operasional perusahaan.
Dalam forum tersebut, para peserta juga mendapatkan penguatan mengenai pentingnya penerapan prosedur keselamatan kerja serta peningkatan kewaspadaan dalam menjalankan tugas sehari hari di lingkungan pelabuhan.
Menutup kegiatan tersebut, Iwan Sjarifuddin mengungkapkan bahwa komitmen manajemen di semua level sangat penting untuk memastikan budaya K3 berjalan secara konsisten.
“Dengan penerapan budaya keselamatan yang kuat, diharapkan kinerja keselamatan kerja (occupational safety) dan keselamatan proses (process safety) dapat berjalan beriringan sehingga mendukung operasi pelabuhan yang andal, keberlanjutan bisnis, serta peningkatan citra perusahaan,” Ungkap Iwan Sjarufuddin.(idj)




Tinggalkan Balasan