GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa melakukan penyegaran birokrasi melalui pelantikan dan rotasi pejabat tinggi pratama yang dipimpin langsung Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang.

Prosesi berlangsung di Baruga Karaeng Galesong, Rabu (31/12/2025), dengan melantik 18 pejabat eselon II, di antaranya 13 pejabat yang mengalami pergeseran posisi.

Pelantikan ini menjadi mutasi perdana sejak pasangan Bupati Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Darmawangsyah Muin resmi mengemban amanah kepemimpinan daerah usai dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025 lalu.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan efektivitas organisasi perangkat daerah, serta mendorong kinerja aparatur sipil negara agar lebih sejalan dengan program prioritas pembangunan Kabupaten Gowa.

Sejumlah pejabat strategis menempati posisi baru. Ratnawati yang sebelumnya memimpin Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kini menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan, sementara Syamhari bergeser menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

Zubair Usman meninggalkan jabatan Kepala BKPSDM untuk memimpin Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, sedangkan Fajaruddin dipercaya memimpin Dinas Pendidikan.

Rotasi juga terjadi pada posisi pengawasan dan layanan publik. Agus Harahap yang sebelumnya menjabat Inspektur kini memimpin Dinas Perhubungan, sementara Inspektorat diisi oleh Syahrul Syahrir.

Firdaus ditunjuk sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Roztam Razak kembali ke BKPSDM, Ary Mahdin Asfari dipercaya memimpin Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Umar Madjid menjabat Kasatpol PP, dan Hasanuddin mengisi posisi Asisten II Setda Gowa.

Dalam arahannya, Bupati Husniah menegaskan para pejabat yang dilantik tidak diberi ruang untuk berlama-lama beradaptasi.

Ia menuntut kinerja konkret yang dapat diukur dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terlebih di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas.

Ia juga menekankan komitmen penuh terhadap program unggulan daerah, termasuk upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Bekerjalah untuk masyarakat, bukan untuk menyenangkan bupati.”

“Yang menunjukkan kinerja baik akan dipertahankan, sementara yang tidak mampu menjalankan tugas akan dievaluasi dan diganti,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang baru, Ary Mahdin Asfari, menyatakan kesiapannya menjalankan amanah dengan menjunjung integritas dan profesionalisme.

Ia berkomitmen memperkuat promosi destinasi wisata Gowa sebagai salah satu sumber peningkatan PAD, dengan tetap mengedepankan efisiensi anggaran dan arahan pimpinan daerah.

Pelantikan dan rotasi ini diharapkan menjadi momentum pembaruan birokrasi Pemkab Gowa menuju pelayanan publik yang lebih responsif dan berkualitas, menutup tahun 2025 dengan semangat kerja yang lebih progresif.

Laporan: Arvan