ZATERA.ID | JENEPONTO — Di saat kebutuhan bahan bakar meningkat di tengah arus mudik Lebaran, BBM jenis Pertalite justru menghilang dari sejumlah SPBU di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Kondisi ini memicu kepanikan warga yang khawatir tak bisa melanjutkan perjalanan.

Pantauan Zatera.id, Ahad (22/3/2026), beberapa SPBU di jalur utama Jeneponto tampak sepi aktivitas. Petugas terlihat hanya duduk menunggu karena stok Pertalite kosong.

Kelangkaan ini disebut sudah terjadi sejak H-3 Lebaran dan belum menunjukkan tanda-tanda normal.

“Sudah mulai langka sejak H-3 Lebaran sampai sekarang,” ujar salah satu petugas SPBU.

Di jalur masuk dari arah Takalar, tiga SPBU berturut-turut dilaporkan kehabisan stok. Memasuki wilayah kota, kondisi serupa juga terjadi.

Antrean panjang sempat terjadi di salah satu SPBU yang masih melayani. Namun suasana mendadak berubah tegang ketika petugas berteriak:

“Pertalite habis!”

Teriakan itu langsung memicu kepanikan. Pengendara roda dua yang sudah lama mengantre mulai gelisah, bahkan sebagian terpaksa putar balik.

“Jangan sampai kita sudah antre lama, tapi tidak dapat juga,” keluh seorang ibu dengan nada cemas.

Di titik lain seperti Tarowang, SPBU masih beroperasi, namun antrean kendaraan mengular panjang dan berpotensi kehabisan sewaktu-waktu.

Situasi ini memaksa warga beralih ke penjual eceran di pinggir jalan. Ironisnya, harga Pertalite melonjak tajam, mulai dari Rp15.000 hingga menembus Rp30.000 per botol di wilayah Watuwatu.

Lonjakan harga ini menambah beban masyarakat di tengah momen Lebaran, saat kebutuhan ekonomi sedang tinggi.

Kelangkaan Pertalite di Jeneponto menjadi peringatan serius bagi distribusi energi, terutama di masa krusial seperti arus mudik.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan sebelum kondisi semakin memburuk. (Aril)