MAKASSAR — Di bawah naungan cahaya temaram Mahoni Hall, Hotel Claro Makassar, sebuah catatan sejarah baru saja digoreskan dengan tinta emas. Kemarin, tepatnya Selasa (23/12/2025).

Suasana khidmat menyelimuti pelataran batin para pejuang perempuan saat perhelatan Seminar Edukasi dan Pelantikan Pengurus Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) Sulawesi Selatan periode 2024–2029 resmi digelar.

Acara ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan sebuah simfoni yang menyatukan antara kecerdasan berpikir dan ketulusan nurani. Suasana kian syahdu saat Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, melangkah maju untuk membuka tirai acara, menegaskan bahwa kehadiran perempuan di parlemen adalah jantung bagi kebijakan yang inklusif.

Di ruang itulah, gema pemikiran Hj. Rismawati Kadir Nyampa terasa begitu hidup; sebuah warisan tentang “Politik Kasih Sayang” yang kini diletakkan dengan anggun untuk dilanjutkan oleh tangan-tangan baru.

Beliau mengingatkan bahwa parlemen adalah mimbar suci untuk menyuarakan keadilan, sebuah tempat di mana setiap diksi legislasi harus mampu menjadi penawar bagi luka-luka sosial, mulai dari pengentasan kekerasan hingga perlindungan bagi ibu dan buah hati.

Dalam alur yang tak terputus, tongkat estafet kepemimpinan kini digenggam erat oleh Andi Nirawati. Sebagai Ketua KPP terpilih, beliau membawa visi yang melampaui batas hari ini, memproklamirkan bahwa perempuan tidak lagi boleh hanya menjadi objek dalam bingkai pembangunan, melainkan harus menjadi subjek strategis yang menakhodai arah kebijakan di Sulawesi Selatan.

Seminar edukasi yang menyertai pelantikan ini pun menjadi bukti nyata bahwa KPP periode 2024–2029 adalah barisan pengambil keputusan yang berpijak pada data dan integritas, siap melukis masa depan provinsi ini dengan warna keberpihakan yang lebih nyata.

Dengan fokus pada intervensi legislasi radikal dan sinergi lintas sektoral, KPP di bawah pimpinan Andi Nirawati berkomitmen menjadikan parlemen sebagai ruang inklusif yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama perempuan dan anak.

Kini, fajar baru telah menyingsing. Dari selasar parlemen, para perempuan hebat ini berjanji untuk terus menenun cahaya, memastikan bahwa setiap kebijakan yang lahir adalah sebuah “Surat Cinta” bagi rakyatnya.

Sebab, di tangan para Srikandi yang visioner, politik bukan lagi tentang angka keterwakilan, melainkan tentang bagaimana menghadirkan senyum kesejahteraan di setiap sudut rumah tangga Sulawesi Selatan.

Dengan semangat yang tak pernah padam, KPP Sulawesi Selatan di bawah pimpinan Andi Nirawati dan KPPI Sulsel yang dipimpin Andi Tenri Indah, terus melangkah maju, menjadikan parlemen sebagai ruang inklusif yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama perempuan dan anak. Mereka adalah arsitek masa depan, yang menenun kebijakan dengan cinta dan keadilan, untuk Sulawesi Selatan yang lebih sejahtera. (*)