
Refleksi 25 Tahun BAZNAS RI
Oleh: Rudi Salam, S.Kep, Ns, M.Kep
(Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Gowa)
Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, kemiskinan ekstrem masih menjadi luka kemanusiaan yang belum sepenuhnya sembuh.
Ia bukan semata persoalan ekonomi, melainkan krisis martabat, keterbatasan akses, dan tergerusnya harapan.
Islam sejak kelahirannya hadir bukan hanya sebagai ajaran spiritual, tetapi sebagai sistem peradaban yang menawarkan solusi nyata atas ketimpangan sosial.
Di jantung solusi itu berdiri tiga pilar kedermawanan umat: zakat, infaq, dan sedekah.
Zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan mekanisme distribusi kekayaan yang dirancang untuk menjaga keseimbangan sosial.
Ia menegaskan bahwa harta bukan milik absolut manusia, melainkan titipan yang di dalamnya melekat hak orang lain.
Ketika zakat ditunaikan dengan kesadaran dan dikelola secara amanah, ia menjelma menjadi energi sosial yang mampu mengangkat kaum mustahik dari ketergantungan menuju kemandirian.
Infaq dan sedekah melengkapi zakat sebagai ekspresi kasih sayang yang melampaui batas kewajiban. Keduanya mengajarkan bahwa keadilan sosial tidak cukup dibangun oleh aturan formal semata, tetapi juga oleh kepekaan nurani.
Dalam setiap rupiah yang diinfaqkan dan disedekahkan, tersimpan pesan moral yang kuat: kemiskinan ekstrem bukan takdir yang harus diterima, melainkan kondisi yang harus diperjuangkan untuk diakhiri.
Lebih dari sekadar bantuan konsumtif, zakat, infaq, dan sedekah yang dikelola secara produktif mampu menciptakan transformasi sosial.
Modal usaha bagi fakir miskin, beasiswa bagi generasi muda, layanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi komunitas menjadi bukti bahwa filantropi Islam memiliki daya ubah yang nyata.
Ia bekerja dalam senyap, tetapi berdampak luas membangun manusia, bukan sekadar mengenyangkan perut.
Semangat ini sejalan dengan komitmen Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia pada akhir masa jabatannya tahun 2029.
Presiden optimistis bahwa nasib masyarakat pada kelompok desil 1 dan 2 dapat diubah melalui kerja keras serta kebijakan yang tepat. “Kita bisa menghilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” tegasnya.
Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa agenda pengentasan kemiskinan membutuhkan kolaborasi semua elemen bangsa, termasuk kekuatan filantropi keagamaan.
Oleh karena itu, pengentasan kemiskinan bukan sekadar agenda sosial, melainkan bagian dari ibadah kolektif umat.
Ketika zakat, infaq, dan sedekah bergerak bersama dalam sistem yang terencana dan berkeadilan, yang lahir bukan hanya penurunan angka kemiskinan, tetapi juga kebangkitan nilai-nilai kemanusiaan.
Di era modern, tantangan kemiskinan menuntut pengelolaan filantropi Islam yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pemberdayaan.
Dengan tata kelola yang baik, zakat, infaq, dan sedekah dapat menjadi kekuatan strategis dalam mendukung upaya nasional dan global menghapus kemiskinan ekstrem bukan sekadar pelengkap kebijakan negara, tetapi mitra moral dan sosial yang signifikan.
Dalam refleksi HUT ke-25 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, BAZNAS Kabupaten Gowa terus berinovasi dan konsisten melayani umat demi kemaslahatan bersama.
Pada periode Agustus–Desember 2025, BAZNAS Kabupaten Gowa telah menyalurkan dana zakat, infaq, dan sedekah melalui lima program utamaGowa Peduli, Gowa Sehat, Gowa Cerdas, Gowa Makmur, dan Gowa Takwa dengan total nilai penyaluran sebesar Rp1.651.801.885.
Program tersebut diwujudkan dalam pembangunan fisik Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) sebanyak 27 unit, Z-Mart 25 unit, Z-Auto 1 unit, serta bantuan modal usaha 5 unit yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Gowa.
Akhirnya, zakat, infaq, dan sedekah mengajarkan satu pelajaran mendasar: kekuatan Islam tidak terletak semata pada jumlah pemeluknya, tetapi pada kemampuannya menghadirkan keadilan, merawat solidaritas, dan menghidupkan harapan bagi mereka yang paling lemah.
Dari tangan-tangan yang memberi, lahirlah peradaban yang berkeadilan. Dari kepedulian yang tulus, kem
iskinan ekstrem perlahan menemukan akhir jalannya. (*)




Tinggalkan Balasan