GOWA — Jagat media sosial diramaikan oleh beredarnya sebuah video yang memperlihatkan aktivitas sekelompok orang yang mengklaim sebagai Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat Indonesia Wilayah Makassar.

Dalam informasi yang beredar, kelompok tersebut diduga menjalankan kegiatan di kawasan hutan Bili-Bili, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Video dan sejumlah foto yang tersebar luas di berbagai platform memicu perhatian publik terkait keberadaan mereka di wilayah tersebut.

KNPB sendiri dikenal sebagai organisasi yang berada di bawah naungan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dalam rekaman yang beredar, tampak beberapa orang berada di sebuah area yang disebut sebagai kebun. Sejumlah bendera terlihat dibawa, sementara lokasi tersebut diduga dimanfaatkan sebagai tempat beraktivitas.

Video yang diterima dan disaksikan Herald Sulsel melalui aplikasi WhatsApp pada Selasa, 16 Desember 2025, menampilkan seorang pria yang menyampaikan pernyataan secara langsung mengenai kegiatan mereka.

“Selamat siang dan selamat sore, kami dari Komite Nasional Papua Barat Konsulat Indonesia Wilayah Makassar melakukan kerja fisik di Makassar yang bertempat di Bili-bili, di hutan,” ucap pria tersebut dalam video.

Ia juga menjelaskan situasi di lokasi saat kegiatan berlangsung, yang disebut tengah diguyur hujan.

“Sementara ini situasinya seperti ini, sedang hujan. Tetapi pasukan imm77 kami sedang kerja untuk menyukseskan kegiatan HUT Konsulat Indonesia yang ke-16,” katanya.

Lebih lanjut, pria tersebut menyebutkan bahwa aktivitas yang dilakukan berkaitan dengan kegiatan bercocok tanam sebagai bagian dari persiapan agenda organisasi.

“Untuk memenuhi kebutuhan itu, pasukan kami sedang kerja di sini, tanam singkong, ubi, bersama rombongan dan Ketua Umum,” tuturnya.

Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai sejak kapan kelompok tersebut berada di lokasi tersebut, termasuk status kepemilikan atau peruntukan lahan yang digunakan. Tujuan jangka panjang aktivitas mereka di wilayah Kabupaten Gowa juga belum diketahui secara pasti.

Aparat keamanan belum memberikan keterangan rinci terkait isi maupun konteks video dan foto yang beredar di media sosial.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIV Hasanuddin, Kolonel Budi Wirman, pada Selasa (16/12/25) menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap informasi tersebut.

Menurutnya, langkah pengecekan dilakukan guna memastikan keaslian rekaman video serta menelusuri latar belakang kegiatan yang terekam dalam tayangan tersebut.

Laporan : Arvan