
Bupati: Sekolah Rakyat Bone Jadi Solusi Pendidikan Bagi Anak Dari Keluarga Prasejahtera
BONE — Hingga pertengahan Januari 2026, Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Bone mengalami perkembangan positif dengan jumlah peserta didik yang telah diterima mencapai 93 orang dari total kuota 100 siswa yang disediakan.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., menghimbau bagi keluarga kurang mampu yang terkendala biaya pendidikan agar memanfaatkan keberadaan Sekolah Rakyat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya keluarga yang tidak mampu secara ekonomi, untuk mendaftarkan anak-anaknya di Sekolah Rakyat Bone. Ini adalah kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas,” ajaknya, Jumat (23/1/2026).
Ia juga menambahkan Sekolah Rakyat Bone menjadi solusi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di daerah tersebut.
Sementara itu, Kepala Sekolah Sekolah Rakyat Bone, Resky Januarty, mengatakan bahwa proses seleksi dan pendataan masih berlangsung.
Pihaknya optimistis kuota akan segera terpenuhi sehingga kegiatan belajar mengajar bisa berjalan maksimal.
“Saat ini yang sudah resmi diterima sebanyak 93 siswa dari target 100. Kami masih membuka pendaftaran untuk memenuhi sisa kuota,” katanya
Resky menjelaskan, para siswa yang lolos berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Pada tingkat sekolah dasar (SD) tercatat 43 siswa, terdiri dari 18 perempuan dan 25 laki-laki.
Untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP), ada 25 siswa dengan komposisi 15 laki-laki dan 10 perempuan.
Sementara itu, pada jenjang sekolah menengah atas (SMA) telah diterima 25 siswa, yang didominasi oleh 20 siswi perempuan dan 5 siswa laki-laki. Seluruh peserta didik akan mengikuti sistem pendidikan berasrama.
“Dengan pola asrama, kami ingin membentuk karakter siswa yang mandiri, disiplin, dan fokus dalam belajar,” ungkapnya. (*)







Tinggalkan Balasan