Forum Penyelamat PWI Sulawesi Selatan menyampaikan tiga tuntutan kepada PWI Pusat, yakni mencopot Zulkifli Gani Ottoh dari jabatan Plt Ketua PWI Sulsel, menghadirkan pengurus PWI Pusat yang netral dan bebas konflik kepentingan, serta memastikan pelaksanaan Konferensi PWI Sulsel berlangsung jujur, adil, dan demokratis.


ZATERA.ID | MAKASSAR — Puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Penyelamat PWI Sulawesi Selatan menggelar aksi damai di depan Monumen Mandala Makassar, Senin (25/5/2026), mendesak PWI Pusat segera mengambil langkah tegas di tengah menguatnya krisis kepercayaan di internal PWI Sulsel.

Aksi tersebut tidak hanya menyoroti polemik kepemimpinan, tetapi juga berkaitan erat dengan agenda Konferensi PWI Sulsel yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang.

Koordinator Lapangan, Arfandy Palallo, menilai kondisi organisasi saat ini berada di titik krusial. Menurutnya, kepercayaan terhadap kepengurusan PWI Sulsel terganggu akibat sejumlah persoalan yang dikaitkan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh.

Forum Penyelamat PWI Sulsel menyoroti sejumlah catatan yang mereka anggap menjadi perhatian, mulai dari riwayat sanksi skorsing di internal PWI, status hukum yang pernah melekat, hingga dugaan keterkaitan dalam polemik kepemilikan eks Gedung PWI Sulsel.

Atas dasar itu, mereka menyampaikan tiga tuntutan kepada PWI Pusat, yakni mencopot Zulkifli Gani Ottoh dari jabatan Plt Ketua PWI Sulsel, menghadirkan pengurus PWI Pusat yang netral dan bebas konflik kepentingan, serta memastikan pelaksanaan Konferensi PWI Sulsel berlangsung jujur, adil, dan demokratis.

“Kami beri waktu 2×24 jam kepada PWI Pusat untuk merespons tuntutan kami. Jika tidak ada langkah konkret, kami akan menurunkan massa yang lebih besar,” tegas Arfandy dalam orasinya.

Selain itu, forum juga menyatakan penolakan terhadap praktik yang mereka sebut sebagai sistem dinasti dalam tubuh kepengurusan PWI Sulsel.

Arfandy menegaskan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dorongan agar pelaksanaan Konferensi PWI Sulsel tidak diwarnai intervensi dan tetap berjalan independen.

“Kami berharap pelaksanaan Konferensi PWI Sulsel nanti benar-benar berlangsung jujur, adil, tanpa intervensi. Karena itu kami meminta PWI Pusat mengganti Plt Ketua PWI Sulsel,” ujarnya.

Desakan ini menjadi sinyal bahwa isu pembenahan internal PWI Sulsel kian menguat menjelang agenda konferensi yang dinilai penting bagi arah organisasi ke depan. (Nur)