KAMBOJA — Tim nasional Kun Khmer Indonesia menutup Kejuaraan Dunia Kun Khmer 2026 dengan capaian maksimal. Indonesia meraih tujuh medali dari tujuh atlet yang diturunkan, terdiri dari dua emas, dua perak, dan tiga perunggu, pada ajang yang berlangsung di Sihanoukville, Kamboja, 10–13 Februari 2026.

Dua medali emas Indonesia dipersembahkan oleh Jeisya Earlene Kalea Ozora (Jawa Barat) dari nomor putri dan Muhammad Asrul Rafsanjani (Sulawesi Selatan) dari nomor putra. Medali perak diraih Alimuddin (Sulawesi Tenggara) dan Muhammad Bintang (Sulawesi Selatan).

Sementara tiga perunggu masing-masing disumbangkan Kambaja Rizky Al Hadi Hatan (Papua Tengah), Azriel Megan Dara (Jawa Barat), dan Muhammad Fauzan Ramdhan Ayyub Khan (DKI Jakarta).

Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Kun Khmer Indonesia (PB FKKI), Sudirman, menyebut hasil tersebut sebagai prestasi yang patut disyukuri karena melampaui target yang telah ditetapkan.

“Prestasi ini luar biasa. Seluruh atlet menunjukkan dedikasi dan semangat juang tinggi sehingga mampu mengharumkan nama Indonesia dan Merah Putih di ajang dunia,” kata Sudirman dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/2/2026).

Sudirman menjelaskan bahwa target awal Indonesia pada kejuaraan ini adalah minimal satu medali emas, satu perak, dan dua perunggu. Namun hasil akhir menunjukkan peningkatan signifikan dengan raihan dua emas, dua perak, dan tiga perunggu.

Selain melampaui target, Indonesia juga mampu bersaing dengan negara-negara kuat Kun Khmer, termasuk tuan rumah Kamboja dan Filipina. Menurut Sudirman, capaian tersebut menjadi indikator positif perkembangan pembinaan atlet Kun Khmer nasional.

Kejuaraan Dunia Kun Khmer 2026 diikuti oleh sejumlah negara Asia Tenggara dan menjadi salah satu agenda internasional penting dalam kalender Kun Khmer.

Indonesia menurunkan tujuh atlet dari berbagai daerah sebagai bagian dari program pembinaan jangka panjang PB FKKI.

PB FKKI berharap hasil di kejuaraan dunia ini dapat menjadi modal penting untuk menghadapi turnamen internasional berikutnya serta mendorong peningkatan prestasi atlet Kun Khmer Indonesia di tingkat dunia. (*)