
Sukses Mengawal Swasembada Pangan Nasional
JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan tanda kehormatan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, atas dedikasi dan kepemimpinannya dalam mengawal terwujudnya swasembada pangan nasional.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo pada kegiatan panen raya sekaligus Pengumuman Swasembada Pangan Nasional yang berlangsung di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Pemberian Bintang Jasa Utama menjadi bentuk pengakuan negara terhadap peran strategis sektor pertanian dalam menghadapi tantangan krisis pangan global serta menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Penghargaan ini juga mencerminkan keberhasilan Kementerian Pertanian dalam menerjemahkan kebijakan pemerintah menjadi aksi nyata di lapangan.
Di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman, sektor pertanian nasional menunjukkan kinerja yang stabil dan berkelanjutan. Pemerintah mencatat peningkatan produksi pangan, penguatan cadangan pangan nasional, serta perbaikan kesejahteraan petani sebagai fondasi utama tercapainya swasembada pangan.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan tidak boleh dimaknai sebatas data statistik, melainkan hasil dari kerja keras, keberanian mengambil keputusan, serta konsistensi pelaksanaan kebijakan hingga tingkat petani.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi negara atas pengabdian dalam menjaga ketahanan pangan bangsa. Swasembada pangan bukan sekadar angka, tetapi kerja nyata di sawah, ladang, dan bersama para petani,” tegas Presiden.
Presiden juga memberikan apresiasi khusus kepada Mentan Amran yang dinilainya bekerja dengan dedikasi tinggi dan tanpa mengenal lelah demi kepentingan rakyat.
“Beliau ini menteri yang hanya tidur tiga sampai empat jam. Saya prihatin sekaligus bangga. Masih terus berjuang meski sering dicari kesalahannya. Semakin dekat ke puncak, semakin kencang tantangannya. Yang kuatlah yang bisa bertahan,” ucap Presiden.
Lebih jauh, Presiden Prabowo menekankan bahwa ukuran kepemimpinan sejati adalah keberpihakan kepada rakyat, keadilan, serta keberanian membela masyarakat kecil.
“Manusia meninggalkan nama. Pertanyaannya, apakah selama memimpin ia membela rakyat, membela keadilan, dan melindungi mereka yang lemah dan miskin,” tegas Prabowo.
Presiden juga menyoroti pentingnya swasembada pangan sebagai fondasi kedaulatan dan kemerdekaan bangsa, terutama berkaca dari krisis global yang pernah terjadi.
“Tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka jika tidak mampu memberi makan rakyatnya sendiri. Pandemi COVID-19 menjadi pelajaran agar bangsa ini tidak bergantung pada negara lain, terutama untuk urusan pangan,” ungkapnya.
Menurut Presiden, kekayaan sumber daya alam Indonesia harus dikelola secara optimal melalui sektor pertanian agar bangsa ini mampu berdiri di atas kaki sendiri, baik dalam pangan maupun energi.
“Tuhan telah menganugerahkan kekayaan luar biasa. Melalui pertanian, kita bisa mandiri, bukan hanya soal makanan, tetapi juga energi,” lanjutnya lagi.
Presiden Prabowo turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Saudara-saudara telah bekerja keras dan bersatu. Dalam waktu satu tahun kita mampu berdiri sendiri dan tidak bergantung pada bangsa lain. Ini tonggak penting dalam sejarah bangsa,” kata Presiden.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penghargaan yang diterimanya merupakan hasil kerja bersama seluruh insan pertanian Indonesia.
“Bintang Jasa Utama ini saya persembahkan untuk para petani Indonesia. Tanpa kerja keras petani dan para penyuluh di lapangan, swasembada pangan tidak mungkin tercapai,” ungkap Mentan Amran.
Penganugerahan Bintang Jasa Utama tersebut menegaskan komitmen negara dalam mengapresiasi kerja nyata sektor pertanian serta memperkuat tekad pemerintah menjaga kedaulatan pangan nasional secara mandiri dan berkelanjutan. (*)




Tinggalkan Balasan