
ZATERA.ID, GOWA — Upaya menekan angka stunting dan kemiskinan di Kabupaten Gowa terus diperkuat melalui pendekatan pelayanan kesehatan yang langsung menyasar masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Gowa menilai dua persoalan tersebut tidak bisa ditangani secara terpisah karena berkaitan erat dengan kualitas kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
Komitmen itu terlihat dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan terpadu di Puskesmas Gentungan, Kecamatan Bajeng Barat, Rabu (10/6).
Kegiatan tersebut menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan KB serentak, sunatan massal, hingga penyaluran bantuan sembako bagi keluarga yang masuk kategori rentan.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengatakan pelayanan dasar harus semakin mudah dijangkau masyarakat, terutama kelompok yang berisiko terdampak stunting dan kemiskinan.
Menurutnya, puskesmas memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan sehingga dituntut mampu memberikan layanan yang cepat, mudah, dan berkualitas.
“Pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Husniah menyebut capaian Kabupaten Gowa yang masuk tiga besar nasional dalam penurunan kemiskinan dan stunting menjadi modal penting untuk meningkatkan kinerja seluruh perangkat daerah.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut harus diikuti dengan kerja lapangan yang lebih masif oleh seluruh organisasi perangkat daerah, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, sosial hingga administrasi kependudukan.
Menurutnya, penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga menyangkut akses pendidikan, pemenuhan gizi, perlindungan anak, hingga kondisi ekonomi keluarga.
“Seluruh stakeholder harus turun langsung memastikan masyarakat semakin sejahtera dan terbebas dari stunting,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Gowa juga menyalurkan bantuan sembako kepada 70 penerima manfaat yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga dengan balita berisiko stunting.
Bantuan itu merupakan hasil kolaborasi bersama BPJS Kesehatan dan Baznas untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
Langkah ini dinilai menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat intervensi langsung kepada kelompok yang paling membutuhkan, sekaligus memastikan program penurunan stunting berjalan lebih efektif di tingkat masyarakat.
Sementara itu, salah seorang warga, Windi (28), mengaku terbantu dengan layanan KB gratis yang diberikan.
Menurutnya, program tersebut meringankan beban masyarakat sekaligus memberikan edukasi terkait perencanaan keluarga.
“Alhamdulillah sangat membantu. Semoga program seperti ini terus ada agar kami para ibu bisa mendapatkan pelayanan dan pengetahuan yang lebih baik tentang KB,” ujarnya.(NH/*)




Tinggalkan Balasan