
Tiga anak harus tetap hidup, sementara penghasilan hanya dari membungkus kerupuk. Di tengah keterbatasan itu, Asmawati, warga Pallangga, akhirnya mendapat harapan baru melalui bantuan bedah rumah dan dukungan usaha dari Pemkab Gowa bersama Baznas.
ZATERA.ID, GOWA — Di balik program intervensi keluarga miskin ekstrem (KME) yang kembali dijalankan Pemerintah Kabupaten Gowa bersama Baznas, ada kisah perjuangan seorang ibu bernama Asmawati yang selama ini bertahan hidup dengan pekerjaan sederhana demi menghidupi tiga anaknya.
Warga Kecamatan Pallangga itu menjadi penerima bantuan bedah rumah dan program usaha ZMart, sebagai bagian dari upaya pemerintah mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat rentan, Kamis (21/5/2026).
Bagi Asmawati, bantuan ini bukan sekadar perbaikan rumah, tetapi juga peluang untuk memperbaiki ekonomi keluarga.
Selama ini ia bekerja membungkus kerupuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah keterbatasan penghasilan.
Program bedah rumah diharapkan memberi tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarganya, sementara bantuan ZMart disiapkan untuk membuka peluang usaha kecil agar pendapatan keluarga bisa bertambah.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengatakan intervensi terhadap keluarga miskin ekstrem harus menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari hunian layak hingga penguatan ekonomi rumah tangga.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah dengan Baznas menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan kemiskinan ekstrem agar bantuan yang diberikan benar-benar berdampak dan tepat sasaran.
Pemkab Gowa juga meminta dinas terkait, termasuk Baznas, Dinas Sosial, dan pemerintah kecamatan, mengawal pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh penerima.
Sementara itu, Asmawati mengaku bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi keluarganya.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Bantuan ini sangat membantu keluarga kami, apalagi ada bantuan usaha ZMart yang nantinya bisa menambah penghasilan sehari-hari,” ujarnya. (NH/*)




Tinggalkan Balasan