
ZATERA.ID — Di bawah Kepemimpinan Bupati Bone, H.Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.Si bersama Wakilnya, Dr.H.Andi Akmal Pasluddin, SP.., MM. Melalui tagline BerAmal, pasangan pemimpin ini berupaya menghadirkan kebijakan yang tidak hanya bersifat pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh langsung keberlanjutan sektor pertanian—nadi kehidupan masyarakat Bone.
Hal ini terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong perluasan Indeks Pertanaman (IP) 300 di Kabupaten Bone.
Salah satu wujud dukungan tersebut adalah pengadaan bor berukuran besar yang disiapkan untuk membuka akses air bagi lahan pertanian tadah hujan.
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman meninjau langsung salah satu titik lokasi pemasangan bor di Desa Corawali, Kecamatan Barebbo.
Dalam kunjungannya tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian pengawasan lapangan sekaligus wujud keseriusan pemerintah memastikan program berjalan sesuai target.
Bupati menegaskan bahwa program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produksi pertanian di daerah. “Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan produksi pertanian Bone,” tegasnya di sela-sela kunjungannya.
Menurutnya, pengadaan bor besar bukan sekadar proyek irigasi, hal ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintahan BerAmal dalam menyediakan infrastruktur pertanian yang relevan dengan kondisi lahan Bone, terutama kawasan tadah hujan melainkan investasi jangka panjang untuk mendorong perluasan Indeks Pertanaman (IP) 300, program yang memungkinkan petani menanam hingga tiga kali dalam setahun.
“Setiap unit bor menyasar lahan seluas 10 hektare di beberapa titik di Kabupaten Bone. Diameter bor mencapai 12 cm untuk memastikan debit air yang memadai, titik-titik pemasangan tersebar di sejumlah wilayah potensial yang selama ini bergantung pada curah hujan,” ucapnya, Senin, (08/12/2025)
Untuk mempercepat peningkatan produksi pangan, lebih lanjut, mantan Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura ini menambahkan bahwa pemerintah juga telah mengusulkan penambahan sebanyak 50 unit bor untuk menyasar lahan-lahan tadah hujan yang berpotensi di kembangkan, terutama dalam mendukung percepatan perluasan tanam IP 300.
“Lahan tadah hujan itu banyak yang sebenarnya bisa dikembangkan. Dengan penambahan bor, kita pastikan petani tidak lagi menunggu musim, tapi bisa mengatur pola tanam sendiri,” jelasnya.
“Target kita jelas, Bone harus mampu memperluas cakupan tanam IP 300. Dengan tambahan unit bor, petani bisa menanam lebih dari satu kali dalam setahun,” lanjutnya.
Program pengeboran irigasi ini menjadi satu dari sekian implementasi nyata visi Pemerintahan BerAmal yang ingin memastikan pembangunan di Bone tidak hanya tampak, tetapi juga terasa manfaatnya oleh masyarakat, khususnya petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah.
Kunjungan di titik Desa Corawali, Barebbo menjadi salah satu rangkaian pengawasan lapangan guna memastikan program berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat langsung bagi petani.
Para petani yang hadir tampak antusias. Kehadiran Bupati tidak hanya memberi semangat, tetapi juga harapan baru bahwa Bone semakin siap mendorong swasembada pangan dan mengurangi ketergantungan pada pola tanam satu musim.
Program pengeboran ini diharapkan menjadi salah satu pendorong utama kebangkitan sektor pertanian Bone, menuju daerah agraris yang lebih tangguh dan berkelanjutan
Memasuki akhir tahun 2025, pemerintah daerah menegaskan kembali misinya. Setelah fokus pada pembenahan dan pemerataan infrastruktur jalan pada tahun pertama kepemimpinan, perhatian Bupati Asman kini diarahkan pada sektor pertanian, khususnya peningkatan produksi padi dan gabah.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah pengeboran irigasi dengan Bor kapasitas besar, yang dikerjakan oleh Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Bone.
Plt. Kepala Dinas PSDA Bone, Kasdar, mengatakan bahwa pengeboran irigasi bertipe besar ini mampu mengairi lahan yang sangat luas. “Bor ini bisa mengairi areal persawahan 5 hingga 35 hektare,” katanya.
Ia menambahkan, Kabupaten Bone mendapat jatah 9 titik bor besar pada tahap pertama, sementara awal tahun 2026 menyusul 50 titik tambahan untuk memperluas cakupan layanan irigasi daerah tadah hujan. (*)




Tinggalkan Balasan