BONE — Kementerian Pertanian RI berkolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Bone dan sejumlah mitra strategis resmi memulai Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi Fase I di Perkebunan PTPN Dekko, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Jumat (6/2/2026).

Di tengah hamparan Perkebunan PTPN Dekko. Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, didampingi Wakil Bupati Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi Fase I.

Kegiatan strategis ini dihadiri sejumlah tokoh penting lintas sektor, mulai dari Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Asisten II Setda Provinsi Sulawesi Selatan, jajaran Forkopimda Bone, Direktur Manajemen Risiko PT Sinergi Gula Nusantara, hingga perwakilan dunia usaha.

Turut hadir jajaran  Kadiv dan GM Sulawesi serta Regional Head 8 PTPN I beserta Kabag PTPN, Dirut PT Tiran Grup, PT Ugi Agri Harapan Indonesia, Kadis Peternakan Provinsi Sulsel, Kepala Balai Veteriner Kementan di Maros, Direktur/Kepala Polbangtan Kabupaten Bone, serta karyawan dan karyawati PTPN dan PT SGN.

Program hilirisasi peternakan terintegrasi (poultry) ini akan dikembangkan di 30 titik yang dikelola oleh PT Berdikari (Persero).

Pada tahap awal, enam unit peternakan ayam pedaging dan petelur dibangun untuk memasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Secara nasional, fase pertama groundbreaking dilakukan serentak di enam lokasi, yakni Jawa Timur (Kabupaten Malang), Nusa Tenggara Barat, Lampung, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Kalimantan Timur.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah menyiapkan dukungan investasi sekitar Rp20 triliun dari Danantara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif nasional “Mandiri Protein di Setiap Provinsi” guna memperkuat ketahanan pangan dan mendukung pelaksanaan Program MBG.

Dalam sambutannya, Bupati Bone menyampaikan apresiasi atas kolaborasi pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan dan pelaku usaha dalam memperkuat ekosistem peternakan nasional.

“Saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu undangan. Hari ini kita menyaksikan komitmen nyata pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi,” ucap Bupati Andi Asman.

Menurutnya, program ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Bone, sehingga pelaksanaan groundbreaking hilirisasi peternakan ayam terintegrasi dapat dilakukan di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Bone

Ia berharap pembangunan berjalan lancar dan memberi manfaat besar bagi masyarakat.

Mantan Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura ini menjelaskan program hilirisasi ayam terintegrasi ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok perunggasan nasional secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai dari pembibitan, pakan hingga pengolahan hasil produk olahan.

“Dengan sistem yang terintegrasi, diharapkan produktivitas ayam meningkat, kualitas produk semakin baik, serta membuka peluang peningkatan pendapatan bagi peternak lokal,” jelasnya.

Bupati Bone juga mengungkapkan, pelaksanaan fase pertama di Bone diharapkan menjadi solusi permanen atas fluktuasi harga pakan dan DOC (day old chick), sekaligus memperkuat ekosistem agribisnis peternakan.

“Diperlukan identifikasi kebutuhan berbasis data untuk memetakan potensi wilayah agar program ini tepat sasaran dan benar-benar mendukung ketahanan pangan,” ungkapnya.

Ia pun menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Bone untuk mendukung penuh keberlanjutan program tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi Kementerian Pertanian, BUMN, dan seluruh pelaku usaha yang terlibat. Pemerintah daerah siap mendukung dan memfasilitasi agar program ini berjalan lancar dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Program “Mandiri Protein di Setiap Provinsi” yang dicanangkan Presiden Prabowo melalui Kementerian Pertanian dan Danantara memiliki nilai investasi sekitar Rp20 triliun. Pada Fase I, fokus pembangunan meliputi 12 pabrik pakan, unit pembibitan (DOC), cold storage, dan rumah potong ayam terintegrasi, terutama di wilayah luar Jawa seperti Lampung, Sulawesi, dan Kalimantan.

Tujuannya untuk memastikan stabilitas harga ayam dan telur serta meningkatkan kualitas protein hewani dalam mendukung MBG.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc., IPU, menyampaikan pembangunan industri ayam terintegrasi juga dilakukan di Lampung, Gorontalo, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Infrastruktur yang dibangun mencakup breeding, hatchery, hingga unit pengolahan dan distribusi.

“PTPN I telah menyiapkan lahan di Kebun Dekko dan Mappesangka untuk mewujudkan ekosistem yang mandiri dan terintegrasi,” ucapnya.

Asisten II Setda Provinsi Sulsel Andi Darmawan Bintang, M.Dev., PLG, yang mewakili Gubernur Sulsel, menegaskan pembangunan infrastruktur peternakan ini bertujuan menjamin ketersediaan daging ayam dan telur, khususnya untuk mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. “Mari jadikan Sulawesi Selatan sebagai pelopor hilirisasi peternakan,” tegasnya.

Peletakan batu pertama ini menjadi simbol awal transformasi sektor peternakan di Bone menuju sistem modern, terintegrasi, dan berdaya saing. Dari Desa Mappesangka, harapan baru ditanam—bahwa Bone akan menjadi salah satu pilar penting ketahanan pangan nasional, sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi berbasis agribisnis di Sulawesi Selatan. (*)