
BONE — Bantuan keuangan sebesar Rp48,75 miliar yang bersumber
dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan disalurkan kepada Pemerintah Kabupaten Bone pada tahun 2025 ini.
Anggaran tersebut difokuskan untuk rehabilitasi jalan strategis dan pembangunan jembatan guna mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dasar di daerah.
Bantuan ini merupakan buah perjuangan Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Bupati H. Andi Asman Sulaiman, bersama Wakil Bupati Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, yang mengusung tagline BerAmal.
Pembangunan infrastruktur jalan kota menjadi salah satu prioritas utama. Akses dulu yang rusak, berlubang, dan memicu keluhan warga, kini satu per satu tersentuh hamparan aspal.
Sepanjang tahun anggaran berjalan, Pemerintah Kabupaten Bone mengerjakan 16 ruas jalan kota yang tersebar di Kecamatan Tanete Riattang dan Tanete Riattang Barat melalui Bantuan Keuangan Provinsi.
Dari total anggaran, sebesar Rp44,75 miliar dialokasikan untuk penanganan jalan dengan panjang mencapai 13,47 kilometer. Rehabilitasi mencakup ruas penghubung antar kecamatan hingga jalan perkotaan di Kota Watampone. Angka ini mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas pusat kota dan kawasan permukiman.
Di wilayah Tanete Riattang Barat, pembangunan menyentuh kawasan permukiman padat melalui pengaspalan Jalan Gunung Kinibalu, Jalan Langsat, Jalan Durian, Jalan Mangga, Jalan Pepaya, Jalan Salak, hingga Jalan Bali. Kehadiran aspal baru di ruas-ruas ini memberi dampak langsung bagi masyarakat, mulai dari kelancaran mobilitas hingga meningkatnya kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Sejumlah ruas prioritas antara lain Bajoe-Toro di Kecamatan Tanete Riattang Timur sepanjang 1,49 kilometer dengan anggaran Rp5,96 miliar
Kemudian Selli-Nyappareng di Kecamatan Bengo sepanjang 2,64 kilometer senilai Rp4 miliar.
Serta Pabaccue-Lonrong yang menghubungkan Barebbo, Palakka, Ponre hingga Tanete Riattang Barat sepanjang 5,60 kilometer dengan anggaran Rp4 miliar.
Selain itu, ruas Bakunge-Lonrong di Kecamatan Ponre sepanjang 8,62 kilometer dan Lapeccang-Lonrong di Kecamatan Cina-Ponre sepanjang 6,70 kilometer masing-masing mendapat alokasi Rp4 miliar untuk menunjang akses pedesaan dan distribusi hasil pertanian.
Di wilayah perkotaan, rehabilitasi dilakukan pada sejumlah ruas jalan di Kecamatan Tanete Riattang dan Tanete Riattang Barat, di antaranya Jalan Andi Amir, Jalan Merdeka, Jalan Petta Ponggawae, Jalan Orde Baru, Jalan Bhayangkara, Jalan Andalas, hingga Jalan Sungai Citarum, kini tampil lebih representatif. Jalan-jalan tersebut bukan sekedar jalur lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga urat nadi aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan publik.
Pemerintah provinsi juga mengalokasikan Rp7,75 miliar untuk pembangunan Jalan Akses Bandara Arung Palakka di Kecamatan Awangpone sepanjang 1,50 kilometer dengan konstruksi beton, sebagai penunjang konektivitas transportasi udara.
Sementara itu, pembangunan Jembatan Sungai Alekale pada ruas Bengo-Taka-Malaka di Kecamatan Bengo menelan anggaran Rp4 miliar. Jembatan sepanjang 25 meter ini diharapkan memperlancar mobilitas warga serta akses ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, khususnya saat musim hujan.
Bagi warga, pembangunan jalan ini bukan sekadar proyek fisik. Ia menjadi simbol hadirnya pemerintah di tengah masyarakat. Akses yang mulus mempermudah anak-anak berangkat sekolah, mempercepat distribusi barang dagangan, dan mendukung pergerakan ekonomi lokal.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menegaskan, pembangunan infrastruktur merupakan wujud pelayanan dasar pemerintah kepada masyarakat.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan kota akan terus berlanjut secara bertahap dan terukur. Prinsip pemerataan menjadi pijakan, agar seluruh wilayah kota merasakan manfaat pembangunan secara adil
“Pembangunan ini adalah investasi jangka panjang untuk rakyat. Melalui semangat BerAmal, kami ingin menghadirkan pembangunan yang merata dan berkeadilan,” tegasnya, Senin (15/12/2025).
Sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka keterisolasian wilayah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan dukungan anggaran tersebut, Kabupaten Bone diharapkan semakin terkoneksi, produktif, dan memiliki daya saing yang kuat ke depan. (*/rls)




Tinggalkan Balasan