ZATERA.ID | GOWA — Musyawarah Cabang (Muscab) IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Gowa dipastikan menggunakan mekanisme formatur dalam menentukan kepemimpinan baru partai berlambang Ka’bah tersebut.

Sistem formatur yang diterapkan terdiri atas tujuh orang dengan komposisi keterwakilan dari berbagai unsur partai.

Empat orang berasal dari Pimpinan Anak Cabang (PAC), satu orang dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC), satu orang dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), dan satu orang dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Formatur kemudian memiliki tugas untuk memilih Ketua DPC dan menyusun komposisi pengurus,” ujar Ketua DPC PPP Gowa, Nursyam Amin Daeng Bani, saat dikonfirmasi, Jumat (24/04/2026)

Ia menjelaskan, dari empat unsur PAC yang duduk dalam formatur, satu di antaranya merupakan keterwakilan perempuan. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menjaga inklusivitas dalam proses pengambilan keputusan strategis partai.

“Ada keterwakilan perempuan dari unsur PAC, satu orang,” katanya.

Pelaksanaan Muscab IX PPP Gowa dijadwalkan pada Sabtu 25 April 2026 di Sekretariat DPC PPP Gowa, Jalan Masjid Raya, Sungguminasa, mulai pukul 10.00 Wita.

Muscab kali ini dinilai strategis karena akan menentukan arah konsolidasi PPP Gowa ke depan, terlebih menjelang dinamika politik lokal pasca-Pemilu.

Sejumlah nama kader senior dan tokoh internal partai mulai mencuat sebagai kandidat kuat pengganti Nursyam Amin Daeng Bani.

Sedikitnya lima figur disebut menguat dalam bursa calon Ketua DPC PPP Gowa.

Mereka adalah Asrul Makkaraus Daeng Tata, anggota DPRD Gowa yang juga pernah memimpin GP Ansor Gowa; H. Darwis Daeng Nai, Ketua Majelis Pertimbangan Partai PPP Gowa.

Ramli Sidik Daeng Rewa, anggota DPRD Gowa tiga periode; H. Sukri Tabrani, Ketua PAC Somba Opu; serta Jabar Daeng Ngitung, Ketua PAC Barombong yang juga mantan anggota DPRD Gowa.

Munculnya lima nama tersebut menandai tingginya dinamika internal PPP Gowa dalam menentukan nahkoda baru partai.

Mekanisme formatur pun dipandang akan menjadi arena penentu, bukan sekadar kompetisi figur, tetapi juga adu pengaruh dan dukungan di level struktural partai.

Dengan konfigurasi tersebut, Muscab IX PPP Gowa diperkirakan berlangsung kompetitif, sekaligus menjadi momentum konsolidasi bagi PPP untuk memperkuat posisinya di kancah politik Kabupaten Gowa. (Avan)