
ZATERA.ID | GOWA — Kontestasi internal Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Gowa memasuki fase paling menentukan.
Menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan pada 25 April 2026, lima figur kuat mulai mengkonsolidasikan kekuatan politiknya di 18 Pimpinan Anak Cabang (PAC).
Suksesi ini menjadi krusial, mengingat kursi ketua akan ditinggalkan oleh Nursyam Amin Dg Bani yang telah memimpin selama tiga periode dan membawa PPP menjadi kekuatan dominan, bahkan keluar sebagai pemenang pemilu di Kabupaten Gowa.
Lima nama yang kini mengemuka bukanlah figur baru dalam tubuh PPP.
Mereka adalah representasi dari beragam spektrum kekuatan partai mulai dari legislator aktif, politisi senior, hingga penggerak struktur akar rumput.
Asrul Makkaraus tampil sebagai salah satu kandidat dengan basis elektoral yang kuat.
Sebagai anggota DPRD Gowa, Asrul dikenal memiliki jaringan politik yang luas serta kemampuan komunikasi lintas struktur.
Ia dipandang sebagai figur yang mampu menjembatani kepentingan legislatif dan organisasi partai, sekaligus melanjutkan tren kemenangan PPP di tingkat daerah.
Di sisi lain, Ramli Sidik Dg Rewa juga masuk dalam radar kuat kandidat. Dengan pengalaman sebagai legislator, Ramli dikenal sebagai figur yang konsisten dalam kerja-kerja politik di parlemen.
Basis dukungannya dinilai solid, terutama di kalangan kader yang menginginkan kesinambungan antara kekuatan parlemen dan mesin partai.
Sementara itu, Jabbar Dg Ngitung membawa kekuatan dari jalur struktural.
Selain menjabat sebagai Ketua PAC Barombong, ia juga merupakan mantan anggota DPRD Gowa.
Pengalaman ini menjadikannya figur yang memahami dua sisi penting, dinamika kebijakan di legislatif dan denyut pergerakan kader di tingkat bawah.
Jabbar dikenal aktif membangun konsolidasi hingga ke akar rumput.
Nama H. Sukri Tabrani Dg Ngewa juga tidak bisa dipandang sebelah mata.
Sebagai politisi senior dan Ketua PAC Somba Opu, ia memiliki pengalaman panjang dalam dinamika internal PPP.
Sukri dinilai sebagai figur yang matang secara politik, dengan pendekatan yang cenderung mengedepankan stabilitas dan konsolidasi organisasi.
Adapun H. Darwis Dg Nai hadir sebagai representasi tokoh berpengaruh di luar struktur formal yang kuat.
Selain dikenal sebagai figur senior, ia juga memiliki kedekatan dengan lingkar kekuasaan lokal, termasuk sebagai orang tua dari Ketua DPRD Gowa saat ini.
Modal sosial dan jejaring ini menjadi kekuatan tersendiri dalam kontestasi yang sarat lobi politik.
Pengamat politik Dr Kaharudin, menilai pertarungan lima figur ini bukan sekadar perebutan posisi, tetapi juga adu visi mengenai masa depan PPP Gowa.
“Di tengah status PPP sebagai pemenang pemilu, tantangan ke depan adalah mempertahankan dominasi sekaligus memperluas basis dukungan.” Ujarnya
Dalam konteks ini, Nursyam Amin Dg Bani menegaskan pentingnya menjaga soliditas partai di tengah kompetisi yang semakin mengeras.
Ia berharap Muscab tidak hanya melahirkan pemimpin baru, tetapi juga memperkuat kohesi internal.
“PPP di Gowa dibangun dengan kerja kolektif. Kepemimpinan ke depan harus mampu merawat kemenangan ini dan menjadikannya lebih besar,” ujarnya. Pada Kamis (23/06/26)
Dengan peta kekuatan yang relatif berimbang dan dinamika lobi yang terus bergerak, Muscab PPP Gowa dipastikan menjadi arena pertarungan politik yang sarat strategi.
Siapa pun yang terpilih, akan memikul beban besar: menjaga marwah partai sekaligus memastikan Partai Persatuan Pembangunan tetap menjadi kekuatan utama di panggung politik Gowa. (Avan)




Tinggalkan Balasan