ZATERA.ID | GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa merotasi dan melantik 124 pejabat administrator dan pengawas sebagai bagian dari penyesuaian struktur birokrasi.

Langkah ini disebut sebagai upaya mempercepat kinerja organisasi dan mendorong pelayanan publik yang lebih efektif.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa rotasi jabatan bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari penilaian terhadap kapasitas dan integritas aparatur.

“Kepercayaan itu harus dibuktikan setiap hari melalui kerja nyata,” ujarnya.

Ia menekankan, loyalitas yang dibutuhkan bukan sekadar sikap, tetapi keselarasan dengan arah kebijakan pemerintah daerah. Menurutnya, kekuatan birokrasi ditentukan oleh konsistensi kerja dan soliditas antarpejabat.

Disiplin juga menjadi sorotan. Hal-hal mendasar seperti ketepatan waktu dan penyelesaian pekerjaan dinilai berpengaruh langsung terhadap tingkat kepercayaan publik.

Selain itu, Bupati meminta pejabat yang baru dilantik tidak sekadar menjalankan rutinitas, tetapi mampu menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Jabatan ini ruang pengabdian. Integritas harus dijaga, karena dari situlah kepercayaan publik terbentuk,” tegasnya.

Kepala BKPSDM Gowa, Indra Said, menyebut pelantikan ini telah melalui mekanisme sesuai aturan, termasuk pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara.

Sebanyak 91 pejabat eselon III dan 33 pejabat eselon IV dilantik, disertai penandatanganan pakta integritas sebagai komitmen kerja.

Salah satu pejabat yang dilantik, Andi Ahmad Gazali, menyatakan siap menjalankan tugas di posisi barunya dan berkomitmen menjaga integritas serta tanggung jawab dalam bekerja.

Rotasi ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kinerja perangkat daerah, terutama dalam menghadirkan layanan publik yang lebih cepat dan responsif.

Hadir dalam pelantikan, Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, Ketua DPRD Gowa, Fahmi Adam, dan Sekretaris Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter. (PS/*)