BANTAENG, ZATERA.ID — Harapan puluhan santri penghafal Al-Qur’an untuk menikmati akhir pekan dengan berenang di Kolam Renang Andi Pawiloi, Kabupaten Bantaeng, harus pupus. Mereka terpaksa pulang dengan rasa kecewa setelah mendapati fasilitas milik Pemerintah Kabupaten Bantaeng tersebut tidak dibuka untuk umum.

Kolam renang yang berada di kawasan Be’lang itu diketahui sudah cukup lama tidak beroperasi melayani masyarakat. Padahal, fasilitas tersebut selama ini menjadi salah satu sarana rekreasi dan olahraga yang banyak diminati warga.

Menurut penjaga aset pemerintah tersebut, kolam renang belum dapat dibuka karena regulasi pengelolaannya masih terkendala. Hingga saat ini, Peraturan Daerah (Perda) yang menjadi dasar pengelolaan dan pemungutan retribusi belum diterbitkan.

“Bisa anak sekolah masuk, tapi harus menyurat dulu ke Dinas Pemuda dan Olahraga,” ujar penjaga kolam kepada Zateranews.com, Minggu (28/6/2026).

Ia juga mengakui keterbatasan anggaran berdampak pada pemeliharaan fasilitas, termasuk pergantian air kolam yang tidak dapat dilakukan secara rutin.

“Air kolam juga jarang kami ganti karena tidak ada anggarannya,” katanya.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai optimalisasi aset daerah yang seharusnya dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah.

Di tengah upaya pemerintah mendorong kunjungan wisata ke Bantaeng, sejumlah fasilitas publik justru terlihat belum terkelola secara maksimal.

Hasil pantauan Zatera.id menunjukkan bahwa persoalan tidak hanya terjadi di Kolam Renang Andi Pawiloi. Sejumlah fasilitas umum lainnya juga membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.


Di kawasan Pantai Seruni misalnya, beberapa sarana bermain anak terlihat mengalami kerusakan. Perosotan yang menjadi salah satu wahana favorit anak-anak tampak berkarat dan berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung.

“Anak saya pernah hampir terluka karena ujung perosotan sengnya sudah berkarat dan ada bagian yang menonjol,” ungkap salah seorang pengunjung.

Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar fasilitas publik dapat kembali dimanfaatkan dengan aman dan nyaman oleh masyarakat.

“Dulu saat Pak Nurdin jadi bupati, tempat ini sangat diminati warga terutama anak-anak karena banyak fasilitas. Sekarang sudah tidak terawat,” tambahnya.

Kondisi sejumlah aset dan fasilitas publik tersebut dinilai perlu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Selain menyangkut kenyamanan masyarakat, keberadaan fasilitas yang terawat juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung citra daerah sebagai tujuan wisata yang ramah dan layak dikunjungi.

Masyarakat berharap pemerintah segera menghadirkan solusi, baik melalui percepatan regulasi pengelolaan aset maupun perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan, sehingga aset daerah yang dibangun dengan anggaran publik dapat kembali memberikan manfaat maksimal bagi warga. (Aril)