

ZATERA.ID | GOWA — Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Gowa Tahun Anggaran 2025 tak berhenti pada agenda seremonial rapat paripurna.
DPRD Gowa melalui Panitia Khusus (Pansus) memberi sederet catatan penting yang menyentuh langsung persoalan mendasar daerah, mulai dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengawasan proyek fisik, hingga penanganan banjir yang dinilai perlu langkah lebih strategis.
Rekomendasi tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Penyampaian Rekomendasi DPRD Gowa atas LKPJ Bupati Gowa Tahun Anggaran 2025 di Ruang Paripurna DPRD Gowa, Senin (11/5/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, menegaskan seluruh rekomendasi DPRD akan menjadi bahan evaluasi serius bagi organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Gowa.
Menurutnya, setiap catatan yang disampaikan legislatif tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif tahunan, melainkan harus diterjemahkan menjadi perbaikan nyata dalam tata kelola pemerintahan dan efektivitas program daerah.
“Kami instruksikan seluruh pimpinan SKPD agar memberi perhatian serius terhadap setiap rekomendasi yang disampaikan DPRD. Ini menjadi bahan revisi dan evaluasi agar penggunaan anggaran dan pelaksanaan program ke depan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran,” tegas Andy Azis.
Ia menyebut, evaluasi tersebut juga sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2024 tentang evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Andy turut mengapresiasi kerja Pansus LKPJ DPRD Gowa yang telah melakukan pembahasan terhadap capaian kinerja pemerintah daerah selama tahun anggaran 2025.
Menurutnya, dinamika kritik dan masukan selama pembahasan merupakan bagian penting dari mekanisme pengawasan dan keseimbangan pemerintahan.
“Dinamika yang berkembang selama pembahasan adalah bagian dari check and balance untuk menyempurnakan penyelenggaraan pemerintahan ke depan,” ujarnya.
Di sisi lain, Sekretaris Pansus LKPJ DPRD Gowa, Nasrudin Sitakka, menekankan sejumlah rekomendasi strategis yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Selain mendorong peningkatan PAD melalui pemanfaatan potensi daerah secara maksimal, DPRD juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap pembangunan fisik agar kualitas proyek tetap terjaga dan tidak sekadar mengejar serapan anggaran.
Persoalan banjir pun menjadi perhatian khusus dalam rekomendasi Pansus. DPRD meminta pemerintah daerah menyiapkan langkah yang lebih terukur dan strategis mengingat persoalan banjir masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah Kabupaten Gowa.
Nasrudin menegaskan kritik, saran, dan berbagai catatan yang muncul selama pembahasan LKPJ bukan bentuk pertentangan politik, melainkan wujud kepedulian DPRD terhadap arah pembangunan daerah.
“Semua masukan yang muncul merupakan bentuk kecintaan DPRD terhadap kemajuan Kabupaten Gowa di masa yang akan datang,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh unsur pemerintahan menjaga sinergi dan kebersamaan demi memastikan pembangunan daerah berjalan lebih baik dan berkelanjutan. (JN/*)




Tinggalkan Balasan